Beli Gabah Bayar Pakai Emas Palsu

Nur (38) oknum pedagang pengumpul gabah , warga Dukun, Magelang, ditangkap aparat Polsek Seyegan karena disangka telah melakukan serangkaian penipuan.

Modus penipuan itu dengan cara membeli gabah, tetapi dibayar dengan emas palsu. Korban penipuan tersebut bukan saja warga di wilayah Seyegan dan sekitarnya, tetapi juga dari wilayah Magelang dan sekitarnya.

Kapolsek Seyegen, AKP Hely Wijiyatno saat dikonfirmasi Merapi , Selasa (30/10) membenarkan penangkapan pelaku penipuan itu. “Kini tersangka sudah kami amankan untuk pemeriksaan lanjut. Kami juga mengharapkan kepada warga masyarakat lainnya yang telah menjadi korban untuk segera melaporkan ke polisi setempat, “ jelas AKP Hely.

Diperoleh keterangan, korban penipuan itu adalah Harjo Pawiro (65), warga Jingin, Margomulyo Seyegen. Ia menderita kerugian berupa 18 kuintal gabah kering giling yang ditaksir senilai sekitar Rp 5 juta. Semula tersangka yang mengaku bernama Ambar, warga Muntilan, Magelang datang kerumah korban untuk membeli gabah. Setelah disepakati harganya, ia menyerahkan untai kalung emas sebagai jaminan pembayaran dan gabah pun diangkut.

Beberapa hari kemudian tersangka tak datang untuk melunasi pembayarannya. Korban merasa curiga terhadap emas yang ditinggalkan sebagai jaminan itu, dan langsung melakukan pengecekan. Ternyata seuntai kalung itu hanya emas palsu, hingga akhirnya kejadian tersebut dilaporkan ke Polsek Seyegen. Mendapat laporan itu, tim Reskrim yang dipimpin Aiptu Bambang Purnomo dan Bripka Hartiyo langsung melakukan pelacakan.

Belakangan diketahui, nama dan alamat yang disebutkan tersangka itu palsu. Tetapi petugas mendapat kepastian identitas tersangka itu adalah Nur (38), warga Dukun, Magelang. Berdasarkan informasi itu petugas langsung menangkap tersangka dan menggelandangnya ke Mapolsek Seyegen. Tersangka mengaku, gabah hasil penipuan itu telah dijual ke wilayah Sentolo, Kulonprogo.

Pertanyaan :

 

1. Apakah ada hubungan hukum antara Harjo Pawiro dengan Nur ? Jelaskan. Kalau ada, Hubungan hukum apa? Jelaskan.
2. Kemana Harjo Pawiro harus memperjuangkan haknya? Jelaskan.
3. Apakah polisi berwenang ikut campur menyelesaikan kasus ini? Jelaskan.

 

Jawab :

1. Hubungan hukum adalah hubungan yang didalamnya melekat hak pada salah satu pihak dan melekat kewajiban pada pihak lainnya. Jadi menurut saya, kasus diatas memiliki hubungan Hukum, antara Harjo Pawiro dengan Nur memiliki Hubungan Hukum dalam hal Jual-Beli.

2. seperti yang saya baca dr kasus diatas.. apa yang dilakukan oleh Pak Harjo Pawiro sudah benar. Bahwa beliau lagsung melaporkan hal ini kepada pihak kepolisian.. karena polisilah nantinya yang akan melakukan penyelidikan, penyidikan, untuk membuktikan kebenarannya.. setelah itu pihak kepolisian melalui BAP nya memberikan kepada kejaksaan untuk diselesaikan lewat jalur hukum. Namun, ada baiknya bila Pak Harjo Pawiro didampingi oleh Advokat atau LBH.. karena Advokat dapat memberikan masukan dan nasehat nasehat Hukum, yang tentunya untuk membantu Pak Harjo Pawiro itu sendiri..

3. menurut saya perbuatan yang dilakukan Nur tersebut itu lah perbuatan yang berupa tindak pidana. Dalam hal ini, Nur telah melakukan tindak pidana “Penipuan”

didalam KUHP Pasal 378 mengenai Penipuan, dikatakan bahwa : “Barang siapa dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain dengan melawan hukum, dengan memakai nama palsu atau martabat palsu, dengan tipu muslihat ataupun dengan rangkaian kebohongan menggerakan orang lain untuk menyerahkan sesuatu benda kepadanya, atau supaya memberi hutang maupun menghapuskan piutang, diancam karena penipuan dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun” .

berdasarkan kasus diatas, bila kita melihat isi pasal 378 tentang penipuan, maka semua unsur didalam pasal 378 tersebut telah terpenuhi. Yaitu Nur ingin menguntungkan diri sendiri, memakai nama palsu, dengan serangkaian kebohongan agar Harjo Pawiromenyerahkan sesuatu benda kepadanya..

Jadi, Menurut saya, Polisi berwenang ikut menyelesaikan kasus ini.

Kata berwenang maksud saya disini ialah karena ini merupakan kasus tindak pidana, jd aparat Hukum, baik Polisi, dalam hal ini harus bekerja keras untuk mencari kebenaran materilnya. Karena di dalam Hukum Pidana, yang dicari itu ialah kebenaran materi. (kebenaran yang sesungguhnya). Jadi dalam hal ini Polisi sebagai aparat Hukumlah yang melakukan pencarian terhadap keberadaan DR, melakukan penyelidikan dan penyidikan untuk mencari kebenaran materil tersebut. setelah itu pihak kepolisian melalui BAP nya memberikan kepada kejaksaan untuk diselesaikan lewat jalur hukum

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s