Polisi Pelaku Pelanggaran HAM Diprioritaskan Ditindak

SEMARANG,  – Ketua Komnas HAM Otto Nur Abdullah mengatakan, kasus pelanggaran dengan pelaku oknum polisi menjadi prioritas penyelesaian. Pasalnya, polisi menjadi representasi negara.

“Kasus-kasus (pelanggaran HAM) oleh polisi terjadi harian. Karena itu, kami bekerja sama dengan Polri yang sifatnya mencegah dan bukan menjadi pemadam kebakaran,” ujar Otto di Gedung Program Doktor Ilmu Hukum Undip, Rabu (12/12).

Lantas disinggung apa yang menjadi pemicu kasus pelanggaran HAM dengan pelaku polisi, Otto mengatakan ada dua hal. Pertama transformasi militer ke polisi yang berjalan lamban menghasilkan konsekuensi tersendiri.

Satu contoh, lanjutnya, jika militer komandan berada di belakang tapi polisi justru komandannya harus berada di depan untuk mengontrol emosi pasukannya. “Kadang-kadang komandan polisi ini berada di belakang, karena itu cenderung terjadi benturan kekerasan,” ungkap ketua Komnas HAM yang baru dilantik November lalu.

Selanjutnya, pemicu kedua tergantung pada karakter masyarakat sipil dalam memperjuangkan aspirasi baik menggunakan cara kekerasan atau non kekerasan. Jika yang digunakan cara kekerasan, tentu berpotensi memancing emosi pihak kepolisian. “Kalau yang terjadi demikian dan komandan tidak berada di depan maka hal ini berbahaya bagi pasukan (polisi),” ungkap pegiat Forum Akademisi untuk Papua Damai itu.

Otto mengatakan, pemetaan titik-titik berpotensi konflik menjadi upaya preventif bersama. Hal itu sudah dicoba di Lampung di mana selain Desa Balinuraga ternyata masih banyak desa lainnya yang juga berpotensi konflik.

Adapun dalam penanganan konflik, Komnas HAM merekomendasikan Polri untuk menghindari pendekatan represif yang bukan saja rentan terhadap tindakan-tindakan pelanggaran HAM, tapi juga cenderung menutup pintu bagi proses rekonsiliasi damai.

Selanjutnya, Polri diminta untuk membangun kemampuan deteksi dini yang cerdas, menahan diri dari tindakan kekerasan dengan mengedepankan pendekatan persuasif. Selain itu aktif dalam perlindungan terhadap pihak-pihak yang menjadi korban kekerasan sosial.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s